About Me

My photo
saya guru di maahad al-sabirin,ayer lanas, kelantan memberi kuliah/ceramah/tazkirah/khutbah / bengkel dsb secara percuma berminat hubungi saya di 0199923418 atau fauziamirgus@gmail.com atau fauzi15766@yahoo.com

Followers

Wednesday, May 14, 2014

Iman Tidak DIwarisi

Thursday, May 15, 2014

Isteri Nabi Luth as

Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth menjadi perumpamaan bagi orang-orang yang ingkar. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang soleh di antara hamba-hamba Kami, lalu kedua isteri itu berkhidmat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tidak dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksaan) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya).” Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka).” (At-Tahrim: 10)

Dalam perjalanan hidup seorang nabi, apabila ia mendapati kebenaran yang datang dari Allah, keluarga terdekatnyalah yang terutama mesti ia seru terlebih dahulu. Orang yang paling dekat dengannya tentu saja memperoleh kesempatan paling besar untuk menerima seruannya. Akan tetapi, tidak demikian halnya dengan isteri Nuh dan anaknya. Meskipun keduanya adalah orang-orang yang paling dekat dengan beliau, mereka termasuk golongan yang ingkar akan kebenaran Allah dengan enggan beriman.

Begitu pula wanita yang satu ini, isteri salah seorang dari nabi Allah, yakni isteri Luth as. Luth adalah seorang nabi dan rasul yang diutus oleh Allah kepada kaumnya di Sadom, sebuah negeri besar yang mempunyai banyak kota, sedangkan penduduknya tenggelam dalam arus kemaksiatan. Rakyat Negeri Sadom ketika itu berserikat dan bahu-membahu dalam perbuatan dosa yang mengaibkan.

Nabi Luth diperintahkan oleh Allah untuk menyampaikan risalah-Nya kepada kaumnya itu, termasuk kepada isterinya sendiri. Berkata Nabi Luth kepada mereka seraya mengingatkan: “Mengapa kamu melakukan perbuatan tercela itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun di dunia ini sebelummu? Kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu, bukan kepada wanita. Bahkan kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.” (Al-A’raf: 80-81)

Memang, kaum Nabi Luth ketika itu berada pada tingkat kebinatangan yang paling rendah, kebejatan akhlak yang paling parah, dan tidak ada manusia seburuk mereka sebelumnya. Mendengar seruan Nabi Luth, seruan seorang nabi Allah yang juga pernah didengar oleh kaum-kaum lain sebelum mereka, rakyat Negeri Sadom merasa terusik kesenangannya. Mereka tidak tinggal diam setelah mendengar seruan kebenaran yang disampaikan oleh Nabi Luth. Mereka terus berfikir, mencari jalan bagaimana agar Nabi Luth tidak dapat mengumandangkan seruannya kembali. Ketika, mereka tengah duduk berfikir, tiba-tiba datang seorang perempuan tua menghampiri mereka. Sebenarnya, sudah lama perempuan tua itu mendengar rencana kaum Luth itu, dan ia tersenyum bangga mendengar rencana itu.

“Akan kutunjukkan kepada kalian, suatu lubang yang dapat menghalangi seruan Luth,” ujar perempuan tua itu dengan wajah penuh keyakinan. “Lubang yang mana itu?” tanya mereka dengan keinginan yang penuh harap.

“Tidak akan kukatakan hal itu, kecuali aku mendapat sekeping perak sebagai upahnya,” sahut si perempuan tua.

Tak seorangpun dari keturunan kaum Luth itu yang merasa marah atau heran mendengar ucapan perempuan tua yang terkenal mata duitan dan sifat lobanya itu. Salah seorang dari mereka memasukkan tangannya ke dalam sakunya; kemudian mengambil sekeping perak dan diberikannya kepada perempuan tua itu. Dengan senyum kemenangan, perempuan tua itu cepat mengambil dan menyembunyikan kepingan perak itu di dadanya. “Kalian dapat membatalkan seruan Luth melalui isterinya!” Kata perempuan itu kemudian.

Terbelalaklah mata kaum Luth ketika mendengar ucapan itu. Mereka semakin mendekatkan telinga masing-masing ke mulut perempuan penipu itu dengan penuh harapan.

“Bagaimana caranya?” Tanya mereka serentak.

“Kalian harus bekerjasama dengan isteri Luth untuk menghentikan seruannya kepada kalian.”

Dengan kesal, salah seorang dari mereka berteriak. “Kami tidak ada urusan dengan isteri Luth!”

Dengan wajah marah, perempuan tua itu kembali berkata: “Aku lebih mengerti hal itu daripada kalian!”

“Kalau begitu,” sela salah seorang yang lain. “Apa peranan isteri Luth dalam hal ini?”

“Dengar baik-baik. Peranan isteri Luth sama seperti perananku bagi kalian sekarang ini,” jawabnya.

“Jadi, apakah kamu berharap agar isteri Luth dapat menunjuki kami, siapa orang-orang yang dapat memenuhi keinginan kami, sebagaimana yang engkau lakukan kini?” tanya salah seorang dari mereka. Dengan kedua mata yang bersinar, disertai kegembiraan haiwani, perempuan tua berlalu sambil bergumam, “Ya… ya…”

Isteri Nabi Luth sedang menyelesaikan sebahagian pekerjaannya ketika terdengar pintu rumahnya diketuk orang. Segera ia berlari, membukakan pintu. Dan seorang perempuan tua tiba-tiba berada di hadapannya. Dengan tergopoh-gopoh perempuan tua itu lalu berkata: “Hai, anakku, adakah seteguk air yang dapat menghilangkan dahaga yang kurasakan ini?”

“Silakan masuk dahulu,” jawab Wa’ilah, isteri Nabi Luth, dengan lembut.” Akan kuambilkan air untukmu.”

Perempuan tua itu kemudian duduk menunggu, sementara Wa’ilah masuk ke dapurnya. Tak lama kemudian, Wa’ilah kembali dengan membawa bekas yang penuh berisi air untuk tamunya itu. Dengan lahap, si perempuan tua segera meneguk habis air di bekas tersebut, dan kemudian melepas nafas dengan lega.

“Kami hidup bersama suamiku, Luth namanya, dan dua anak perempuanku,” jawab Wa’ilah.

Perempuan itu kemudian memalingkan wajahnya ke sekeliling rumah yang kecil itu, lalu menggeleng-gelengkan kepalanya seakan-akan prihatin akan apa yang dilihatnya. Dengan wajah yang memperlihatkan kesedihan, perempuan tua itu berkata: “Aduhai, apakah kesengsaraan menimpamu, Anakku?”

“Aku tidak sengsara, bahkan rumah ini cukup bagi kami, dan aku mempunyai suami yang memberiku makan dan minum bersama kedua puteriku,” jawab Wa’ilah.

Perempuan tua penipu itu lebih mendekat kepada isteri Nabi Luth sambil berkata: “Dapatkah ruangan seperti ini disebut rumah? Dapatkah yang engkau teguk dan engkau rasakan ini disebut makanan atau minuman?”

Wa’ilah terpegun mendengar ucapan perempuan tuan itu. Dengan penuh keheranan, ia kemudian bertanya. “Kalau begitu, apa yang selama ini kumakan dan kuminum?”

Cepat-cepat perempuan tua itu berkata: “Panggillah aku dengan sebutan ibu. Bukankah kedudukanku seperti ibu saudaramu?” Kemudian ia menyambung lagi. “Sesungguhnya semua ini adalah kemiskinan dan kesengsaraan hidup yang membawa kemalangan bagimu, hai anakku. Mengapa kamu tidak masuk ke rumah orang-orang kaya di antara kaummu. Tidakkah kamu melihat kehidupan mereka yang penuh kemegahan, kesenangan, dan kenikmatan…? Kamu berparas cantik, hai anakku. Tidak layak kamu membiarkan kecantikanmu itu dalam kemiskinan hina begini. Tidakkah kamu sedari bahwa kamu tidak mempunyai anak lelaki yang dapat bekerja untuk memberimu makan kelak apabila suamimu meninggal dunia?”

Wa’ilah, isteri Nabi Luth, mendengarkan dengan saksama semua ucapan perempuan tua itu. Ya, ucapan itu telah membuatnya terlena sambil merenung atap rumahnya. Sesekali ia perhatikan perempuan tua yang semakin mengeraskan suaranya yang penuh nada kesedihan dan kedukaan. Dalam lamunannya itu, tiba-tiba Wa’ilah merasakan pelukan perempuan tua itu di bahunya.

Ketika perempuan tua itu menghentikan pembicaraannya, isteri Nabi Luth memandang kepadanya sambil berusaha meneliti kalimat-kalimat yang baru didengarnya. Tetapi si perempuan tua tidak memberinya kesempatan untuk berfikir, bahkan ia mulai menyambung pembicaraannya dengan berkata: “Hai, anakku, apakah yang dikerjakan suamimu? Bagaimana hubungannya dengan penduduk Negeri Sadom dan kampung-kampung kecil di sekelilingnya?

Sesungguhnya orang-orang di sini menginginkan sesuatu yang dapat menyenangkan hati mereka sesuai dengan yang mereka kehendaki. Dan sesuatu yang dicarinya itu dapat menjadi sumber penghasilan dan kekayaan bagi orang yang mahu membantu mereka. Lihatlah! Lihatlah, hai anakku, kepingan-kepingan emas dan perak ini! Sesungguhnya emas dan perak bagiku adalah barang yang mudah kuperolehi. Aku menunjukkan kepada kaumku beberapa lelaki berwajah `cantik’ yang datang dari kota. Sedangkan kamu… di rumahmu sering datang beberapa pemuda dan remaja lelaki kepada suamimu.

Ya, suamimu yang seruannya diperolok-olok oleh kaum kita. Pekerjaan semacam ini sebenarnya tidak memberatkan kamu. Suruhlah salah seorang puterimu menemui sekelompok kaum kita dan memberitahu mereka akan adanya lelaki tampan di rumahmu. Dengan demikian, engkau akan memperoleh emas atau perak sebagai hadiahnya setiap kali engkau kerjakan itu. Bukankah pekerjaan itu amat mudah bagimu? Dengan itu, engkau bersama puteri-puterimu dapat merasakan kenikmatan sesuai dengan apa yang kalian kehendaki.”

Sambil mengakhiri ucapannya, perempuan tua itu meletakkan dua keping perak di tangan Wa’ilah, dan kemudian segera keluar. Isteri Nabi Luth duduk sambil merenungkan peristiwa yang baru terjadi itu tentang keadaan pekerjaan yang dicadangkan oleh si perempuan tuan. Dan… ia kebingungan sambil berputar-putar di sekitar rumahnya. Suara perempuan tua itu masih terngiang-ngiang di telinganya, sementara di tangannya terselit dua keping perak. Wa’ilah dibayangi keraguan apakah sebaiknya ia terima saja saranan perempuan tua itu. Tetapi, apa yang akan dikatakan orang nanti tentang dirinya jika hal itu ia lakukan; bahwa isteri seorang yang mengaku sebagai Rasul Allah dan menyerukan kebajikan, ternyata, menolong kaumnya dalam melakukan kebatilan.

Tiba-tiba datang suara yang membisikkan ke telinganya: “Perempuan tua itu telah menasihatimu. Ia tidak mengharapkan sesuatu kecuali kebaikan dan kebahagiaan bagimu. Kamu tidak bertanggungjawab atas apa yang dilakukan oleh kaummu. Dan lagi pekerjaan yang dicadangkan perempuan tua itu sama sekali tidak memberatkanmu. Kamu hanya memberitahu mereka tentang kedatangan tamu-tamu suamimu, Luth. Lekaslah… lekaslah… nanti akan kukatakan… lekas, supaya engkau memperoleh kekayaan dan kenikmatan… Cepatlah…!” Dan tiba-tiba, tanpa ragu-ragu, Wa’ilah berkata: “Baiklah, kuterima…”

“Kalau begitu, selamat kuucapkan kepadamu,” demikian Iblis membisikkan kepadanya.” Sesudah ini engkau akan merasakan kenikmatan di dalam kehidupanmu…”

Nabi Luth kembali kepada penduduk desa yang berada di sekitar Sadom untuk menyerukan kebenaran Ilahi sesuai dengan perintah Allah kepadanya. “Mengapa kalian mengerjakan perbuatan tercela itu, yang belum pernah diperbuat oleh seorangpun di dunia ini sebelum kalian? Sesungguhnya kalian mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsu kalian bukan kepada wanita, bahkan kalian ini adalah kaum yang melampaui batas.”

Perlawanan penduduk Sadom terhadap dakwah kebenaran yang disampaikan oleh Nabi Luth kepada mereka membuat kesedihan dan kedukaan di hati Nabi Luth sendiri. Betapa kaumnya tidak mahu menerima kebenaran dan tidak menghendaki diri mereka bersih dari perangai yang hina dan merusakkan itu.

Hari demi hari berlalu. Setiap isteri Nabi Luth melihat beberapa lelaki datang ke rumahnya, ia segera memberi tahu kaumnya tentang hal itu dan setiap kali berita yang dibawanya sampai kepada kaumnya si perempuan tua datang kepadanya dengan membawa sepotong perak seraya berkata: “Jika engkau selalu menolong kami, nescaya engkau akan dapatkan terus sekeping perak, sementara suamimu tidak dapat menyeru kepadanya.” Wajah perempuan tua itu tertawa seperti tawa syaitan, kemudian pergi…

Sementara itu, seruan Nabi Luth kepada kaumnya tidak menambah apa-apa kecuali perlawanan dan kesombongan. Mereka tetap selalu berpaling dari ajakan suci itu. Bahkan mereka terus-menerus melakukan perbuatan keji tatkala Nabi Luth memperingatkan akan datangnya seksa Allah atas mereka apabila mereka tidak mahu berhenti dari kesesatannya. Mereka malah menentang Nabi Luth dengan berkata: “Datangkanlah kepada kami azab dari Allah, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.” Maka, Nabi Luth pun memohon kepada Allah, agar Allah menolongnya dari kaumnya.

Nabi Luth berdoa: “Ya, Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu.” (Al-Ankabut: 30) Allah memperkenankan doa Nabi Luth as, dan mengutus Jibril as. untuk membinasakan mereka. Jibril datang ke Negeri Sadom dengan menyerupai dua orang lelaki yang tampan. “Dia (Luth) merasa susah dan sempit dadanya karena kedatangan mereka. Dan ia berkata: “Ini adalah hari yang amat sulit.” (Hud: 77)

Nabi Luth as. cemas memikirkan apa yang bakal diperbuat kaumnya jika mereka mengetahui kedatangan tamu lelaki yang berwajah `cantik’ di rumahnya. Bagaimana ia dapat mempertahankan dan memelihara mereka dari kemungkaran kaumnya? Ah, bukankah tidak ada yang mengetahui kedatangan mereka, kecuali dia sendiri, dan kedua puterinya? Sebaliknya kedatangan kedua tamu Nabi Luth itu merupakan kesempatan bagi isterinya untuk menambah kepingan-kepingan perak yang biasa ia perolehi dari si wanita tua. Sekarang, ia harus mengutus seseorang kepada kaumnya untuk memberitahu mereka. Tetapi kedua puterinya sedang sibuk menyiapkan hidangan bagi kedua tamu ayahnya, atas perintah Nabi Luth. Karena keinginannya yang mendesak, isteri Luth akhirnya memberi isyarat kepada salah seorang puterinya untuk mendekat. Kemudian ia membiisikkan beberapa kalimat ke telinga anak perempuannya itu. Sesaat kemudian, sang puteri segera keluar rumah untuk memberitahu kaumnya, sebagaimana biasa.

Di tengah-tengah kerumunan orang ramai anak Nabi Luth melihat seorang perempuan tua melambaikan tangan sambil mengisyaratkan panggilan kepadanya. Segera ia mendekati perempuan itu dan memberitahu tentang dua lelaki tampan yang datang ke rumahnya.

Perempuan tua itu kemudian menyuruh ia cepat pulang, sementara kelompok lelaki menghampiri seraya bertanya: “Apakah yang terjadi? Apakah ada berita baru?” Wajah si perempuan tua menampakkan senyum tipuan sambil berkata: “Kali ini tidak kurang dari empat potong emas harus kuterima.”

Dengan bersemangat kaumnya bertanya: “Apakah yang terjadi? Apakah ada yang istimewa?”

Perempuan itu berkata kepada mereka, sementara ia membuka matanya lebar-lebar disertai syaitan. “Kalian akan memperoleh apa yang kalian kehendaki, iaitu dua orang lelaki yang berwajah `tampan’. Dengan wajah buas dan bernafsu, mereka bertanya dengan tidak sabar. “Di mana mereka? Di mana lelaki berwajah `tampan’ itu?

“Berikan harta kepadaku terlebih dahulu, barulah kuberi tahu kalian!” Katanya. Sebahagian dari mereka menyahut: “Wahai wanita tua, engkau yang tamak, tidak pernah kenyang!” Dan sebahagian yang lain berkata: “Inilah harta untukmu, tetapi cepat katakan, di mana lelaki yang berwajah `tampan’ itu?” Setelah tangannya menggenggam emas, berkatalah perempuan tua itu kepada mereka. “Mereka ada di rumah Luth…” Hampir-hampir kaumnya tidak mendengar ucapan perempuan tua itu dengan jelas. Tetapi, sesaat kemudian, mereka berlumba-lumba untuk segera datang ke rumah Nabi Luth. Masing-masing ingin memperoleh kepuasan dari dua lelaki `tampan’ yang ada di rumah Luth. Sesampainya mereka di sana, didapati pintu rumah Nabi Luth tertutup. Segeralah mereka mengetuk keras sambil berteriak. “Bukakan, Luth bukalah pintu-pintumu! Kalau tidak, kami terpaksa akan memecahkannya!” Isteri Nabi Luth mencuba menemui suaminya yang ternyata telah meninggalkan kedua tamunya di dalam kamar, sementara ia sendiri mendekati pintu rumahnya yang tertutup dan memisahkan dia dengan sekumpulan kaumnya. Isteri Nabi Luth mengintai dari balik tirai. Hatinya melonjak kegirangan. Sebentar lagi ia bakal memperoleh sepotong perak dari si perempuan tua, sesuai dengan kebiasaan yang telah berlangsung selama ini. Bahkan di samping itu, tanpa diketahuinya, ia mungkin bakal memperoleh pula sepotong emas sebagai bonus. Teriakan kaum Luth bertambah keras dan garang. Mereka tak sabar dan ingin memecah pintu agar dapat masuk dan menemui tamu-tamu Nabi Luth. Apakah yang akan dikatakan oleh Nabi Luth atas tindakan kebengisan yang diperbuat oleh naluri haiwan kaumnya yang rendah itu?

Nabi Luth pun berdiri terpaku; hanya pintu yang memisahkannya dari kaum durjana itu. Sesaat kemudian, Nabi Luth berkata kepada mereka demi menenangkan keadaan: “Hai, kaumku, inilah puteri-puteriku, mereka lebih suci bagimu. Maka, bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan namaku di hadapan tamuku. Tidak adakah di antaramu seorang yang dapat menbedakan baik dan buruk. Ya, orang-orang yang berakal ketika itu telah dihinggapi fikiran-fikiran hewan yang rendah, sehingga nafsu mereka sulit dibendung.

Luth kemudian kembali menegaskan permohonannya kepada kaumnya itu, sedangkan isterinya mengintip tidak jauh dari situ. Nabi Luth menawarkan kepada mereka untuk mengawini puteri-puterinya, tetapi dengan serentak mereka menjawab: “Sesungguhnya engkau telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap puteri-puterimu; dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki.” Sampai di sini, dialog antara Nabi Luth dan kaumnya terputus. Nabi Luth kemudian berfikir, apakah yang akan ia lakukan jika kaumnya memecah pintu rumahnya dan masuk untuk melampiaskan nafsu syaitannya kepada dua orang tamunya. Ia berdiri kebingungan, sedangkan isterinya memandangnya dengan pandangan khianat. Tiba-tiba tamu Nabi Luth berkata kepadanya: “Sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu; sekali-kali mereka tidak dapat mengganggu engkau.” Kalau begitu, tamu-tamu Nabi Luth adalah utusan-utusan Allah yang datang untuk menimpakan azab kepada penduduk Negeri Sadom yang berbuat kerusakan itu. Mendengar semua itu, isteri Nabi Luth merasa khuatir, karena ia akan gagal memperoleh harta yang selalu diingininya itu. Kebatilan dan pelakunya memang tidak akan pernah kekal, dan kini seksa sedang menghampiri mereka. Berkata utusan-utusan Allah itu kepada Nabi Luth: “Bukakan pintu, dan tinggalkan kami bersama mereka!”

Maka, Nabi Luth pun membuka pintu rumahnya. Isteri Nabi Luth merasa cemas tatkala melihat serombongan kaumnya menyerbu masuk dengan penuh kegilaan, dan segera menuju ke arah tamu-tamu Nabi Luth. Ketika itulah, Jibril menunjukkan kelebihannya. Ia mengembangkan kedua sayapnya dan memukul orang-orang durjana itu. akhirnya, mata mereka, tanpa kecuali, buta seketika. Dengan berteriak kesakitan, mereka semua menghendap-hendap dan bingung, kemana mereka harus berjalan. 

Bertanyalah Nabi Luth kepada Malaikat Jibril: “Apakah kaumku akan dibinasakan saat ini juga?” Malaikat Jibril memberitahu bahwa azab akan ditimpakan kepada kaum Nabi Luth pada waktu Subuh nanti. Mendengar itu, Nabi Luth segera berfikir, bukankah waktu Subuh sudah dekat. 

Jibril memerintahkan Nabi Luth agar pergi dengan membawa keluarganya pada akhir malam nanti. Semua keluarga Nabi Luth pada malam itu pergi bersamanya ke luar kota, kecuali Wa’ilah. Isterinya itu bukan lagi termasuk keluarganya yang beriman kepada risalah Allah yang dibawanya. Sebaliknya, Isteri Nabi Luth justeru telah membantu orang-orang yang berbuat kerosakan, dan ia harus menerima akibatnya. Maka, turunlah azab atas dirinya, bersama semua kaum Nabi Luth yang ingkar, sebagaimana yang difirmankan oleh Allah dalam Kitab Suci Al-Quran: “Maka, tatkala datang azab Kami, Kami balikkan (kota itu), dan Kami turunkan di atasnya hujan batu, (seperti) tanah liat dibakar bertubi-tubi. Diberi tanda oleh Tuhanmu. Dan seksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim.” Maha Benar Allah lagi Maha Agung.

*Sumber dari jalanakhirat.wordpress.com

Wednesday, April 16, 2014

Imam as-Shafie ra

Thursday, April 17, 2014

Imam Syafie Ditangkap dan Dirantai

Imam Syafie bernama Muhammad bin Idris. Salasilah keturunan beliau adalah Muhammad bin Idris bin Abbas bin Usman bin Syafie bin Saib bin Abdul Yazid bin Hasyim bin Abdul Mutalib bin Abdul Manaf. Keturunan beliau bertemu dengan keturunan Nabi Muhammad SAW pada datuk Nabi Muhammad yang ketiga iaitu Abdul Manaf.

Beliau dilahirkan di Ghuzah nama sebuah kampung yang termasuk daerah Palestin, pada bulan Rejab 150 H atau 767 Masehi. Tempat asal ayah dan bonda beliau ialah di Kota Makkah. Imam Syafie lahir di Palestin kerana ketika itu bondanya pergi ke daerah itu demi keperluan penting. Namun di dalam perjalanan menuju Palestin tersebut ayahnya meninggal dunia, sementara Imam Syafie masih dalam kandungan ibunya. Setelah berumur dua tahun baru Imam Syafie dan ibunya kembali ke Kota Makkah.

Ketika berumur 9 tahun beliau telah hafal Al-Quran 30 juz. Umur 19 tahun telah mengerti isi kitab Al-Muwatha’, karangan Imam Malik, tidak lama kemudian Al-Muwatha’ telah dihafalnya. Kitab Al-Muwatha’ tersebut berisi hadith-hadith Rasulullah SAW, yang dihimpun oleh Imam Malik.

Kerana kecerdasannya pada umur 15 tahun beliau telah diizinkan memberi fatwa di hadapan masyarakat dan menjawat sebagai guru besar ilmu hadith serta menjadi mufti dalam Masjidil Haram di Makkah.

Ketika berumur 20 tahun beliau pergi belajar ke tempat Imam Malik di Madinah, setelah itu beliau ke Irak, Parsi dan akhirnya kembali ke Madinah. Dalam usia 29 tahun beliau pergi ke Yaman untuk menuntut ilmu pengetahuan.

Tentang ketaatan beliau dalam beribadah kepada Allah diceritakan bahawa setiap malam beliau membagi malam itu kepada tiga bahagian. Sepertiga malam beliau gunakan kewajipan sebagai manusia yang mempunyai keluarga, sepertiga malam untuk solat dan zikir dan sepertiga lagi untuk tidur.

Ketika Imam Syafie di Yaman, beliau diangkat menjadi setiausaha dan penulis istimewa Gabenor di Yaman, sekaligus menjadi guru besar di sana. Kerana beliau termasuk orang pendatang, secara tiba-tiba memangku jawatan yang tinggi, maka ramai orang yang memfitnah beliau.

Ahli sejarah telah menceritakan bahawa waktu sultan Harun Ar-Rasyid sedang marah terhadap kaum Syiah, sebab golongan tersebut berusaha untuk meruntuhkan kekuasaan Abbasiyah, mereka berhasrat mendirikan sebuah kerajaan Alawiyah iaitu keturunan Saidina Ali bin Abi Talib. Kerana itu di mana kaum Syiah berada mereka diburu dan dibunuh.

Suatu kali datang surat baginda Sultan dari Baghdad. Dalam surat yang ditujukan kepada Wali negeri itu diberitahukan supaya semua kaum Syiah ditangkap. Untuk pertama kali yang paling penting adalah para pemimpinnya, jika pekerjaan penangkapan telah selesai semua mereka akan dikirimkan ke Baghdad. Semuanya harus dibelenggu dan dirantai. Imam Syafie juga ditangkap, sebab di dalam surat tersebut bahawa Imam Syafie termasuk dalam senarai para pemimpin Syiah.

Ketika peristiwa itu terjadi pada bulan Ramadhan, Imam Syafie dibawa ke Baghdad dengan dirantai kedua belah tangannya. Dalam keadaan dibelenggu itu para tahanan disuruh berjalan kaki mulai dari Arab Selatan (Yaman) sampai ke Arab Utara (Baghdad), yang menempuh perjalanan selama dua bulan. Sampai di Baghdad belenggu belum dibuka, yang menyebabkan darah-darah hitam melekat pada rantai-rantai yang mengikat tangan mereka.

Pada suatu malam pengadilan pun dimulai. Para tahanan satu persatu masuk ke dalam bilik pemeriksaan. Setelah mereka ditanya dengan beberapa kalimat, mereka dibunuh dengan memenggal leher tahanan tersebut. Supaya darah yang keluar dari leher yang dipotong itu tidak berserak ia dialas dengan kulit binatang yang diberi nama dengan natha’.

Imam Syafie dalam keadaan tenang menunggu giliran, dengan memohon keadilan kepada Allah SWT. Kemudian beliau dipanggil ke hadapan baginda Sultan. Imam Syafie menyerahkan segalanya hanya kepada Allah SWT. Dengan keadaan merangkak kerana kedua belah kaki beliau diikat dengan rantai, Imam Syafie mengadap Sultan. Semua para pembesar memperhatikan beliau.

“Assalamualaika, ya Amirul Mukminin wabarakatuh.”
Demikian ucapan salam beliau kepada baginda dengan tidak disempurnakan iaitu “Warahmatullah.”

“Wa alaikassalam warahmatullah wabarakatuh.” Jawab baginda. Kemudian baginda bertanya: “Mengapa engkau mengucap salam dengan ucapan yang tidak diperintahkan oleh sunnah, dan mengapa engkau berani berkata-kata dalam majlis ini sebelum mendapat izin dari saya?”

Imam Syafie menjawab: “Tidak saya ucapkan kata “Warahmatullah” kerana rahmat Allah itu terletak dalam hati baginda sendiri.” Mendengar kata-kata itu hati baginda jadi lembut. Kemudian Imam Syafie membaca surah An-Nur ayat 55 yang bermaksud:

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang soleh bahawa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sesungguhnya Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diredhaiNya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa.”

Setelah membaca ayat di atas kemudian Imam Syafie berkata: “Demikianlah Allah telah menepati janjiNya, kerana sekarang baginda telah menjadi khalifah, jawapan salam baginda tadi membuat hati saya menjadi aman.” Hati baginda menjadi bertambah lembut. Baginda Harun ar Rashid bertanya kembali: “Kenapa engkau menyebarkan faham Syiah, dan apa alasanmu untuk menolak tuduhan atas dirimu.”

“Saya tidak dapat menjawab pertanyaan baginda dengan baik bila saya masih dirantai begini, jika belenggu ini dibuka Insya-Allah saya akan menjawab dengan sempurna. Lalu baginda memerintahkan kepada pengawal untuk membukakan belenggu yang mengikat lmam Syafie itu.

Setelah rantai yang membelenggu kedua kaki dan tangannya itu dibuka, maka Imam Syafie duduk dengan baik kemudian membaca surah Hujarat ayat 6:

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasiq yang membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”

“Ya Amirul Mukminin, sesungguhnya berita yang sampai kepada baginda itu adalah dusta belaka. Sesungguhnya saya ini menjaga kehormatan Islam. Dan bagindalah yang berhak memegang adab kitab Allah kerana baginda adalah putera bapa saudara Rasulullah SAW iaitu Abbas. Kita sama-sama menghormati keluarga Rasulullah. Maka kalau saya dituduh Syiah kerana saya sayang dan cinta kepada Rasulullah dan keluarganya, maka demi Allah, biarlah umat Islam sedunia ini menyaksikan bahawa saya adalah Syiah. Dan tuan-tuan sendiri tentunya sayang dan cinta kepada keluarga Rasulullah.” Demikian jawab Imam Syafie.

Baginda Harun ar Rasyid pun menekurkan kepalanya kemudian ia berkata kepada Imam Syafie: “Mulai hari ini bergembiralah engkau agar lenyaplah perselisihan antara kami dengan kamu, kerana kami harus memelihara dan menghormati pengetahuanmu wahai Imam Syafie.”

Demikianlah kehidupan Imam Syafie sebagai ulama besar, yang tidak lepas dari berbagai cubaan serta seksaan dari pihak yang tak mengerti akan hakikat kebenaran yang sesungguhnya. Hanya ketabahan dan keimanan serta pengetahuanlah yang dapat menghadapi setiap cubaan itu sebagai suatu ujian dari Allah SWT yang harus kita hadapi.

*Sumber dari mengkarak.blogspot.com
 
 http://detikislam.blogspot.com/2014/04/imam-syafie-ditangkap-dan-dirantai.html?utm_source=feedburner&utm_medium=feed&utm_campaign=Feed%3A+blogspot%2FUHQdyX+%28Detik+Islam%29#

Tuesday, April 15, 2014

Lubabah Bt Haris

Lubabah Binti Haris Wanita Kedua Memeluk Islam


on Tuesday, April 15, 2014
wanitasolehah


Jika kita baca buku-buku para sahabat Rasullulah saw, kita akan menemui dua nama yang sama, iaitu Lubabah binti Haris. Ternyata, kedua-duanya adalah saudara kandung kakak dan adik. Lubabah besar adalah ibu kepada kepada "Si Tinta Umat", Abdullah bin Abbas. Manakala Lubabah kecil ialah ibu kepada "Si Pedang Allah Khalid bin Walid, Lubabah kecil diberi gelaran al-Ishma".


Beberapa ulama berselisih berpendapat, Adakah Lubabah kecil termasuk dalam kategori sahabat atau tabiin sebagaimana yang dinyatakan oleh Abu Umar dalam al-isti'ab. Namun, Ibnu Katsir memasukkan nama 'Lubabah kecil' dalam senarai sahabat. 

Manakala Lubabah Besar diberikan gelaran Ummu Fadhl. Dia ialah isteri kepada Fadh,Abdullah dan beberapa anak lelakinya yang lain. 

Antara keutamaan wanita pada zaman Lubabah adalah sangat besar. dia termasuk dalam golongan orang yang pertama memeluk islam. Lubabah besar memeluk islam selepas Khadijah binti Khuwailid memeluk islam. 

Dalam hal ini, Abdullah bin Abbas pernah berkata:"Aku dan ibuku termasuk orang Muslim pertama yang ditindas dalam kalangan wanita dan kanak-kanak" 
(Hadis Riwayat al-Bukhari
wanitasolehahhiasandunia


Lubabah besar seorang wanita Muslimah yang cukup disegani dalam kalangan kaumnya. Antara keutamaan Ummu Fadhl (Lubabah Besar) ialah wanita yang dikurniakan saudara ipar dalam kalangan yang mulia. Saudara perempuan yang bernama Maimunah ialah isteri Rasullulah saw. 


Kemudian Abbas menikahi adiknya yang bernama Lubabah. Adiknya yang lain bernama Salma' diperisterikan oleh Hamzah. Manakala adiknya yang lain bernama Asma' diperisterikan oleh Jaffar bin Abu Talib. Setelah Jaffar meninggal dunia, Abu Bakar menikahi asma' . Sepeninggalan Abu Bakar , Ali datang menggantikan Abu Bakar menikahi Asma'. 

Dalam al-Isti'ab , Abu Umar menyatakan bahawa Lubabah besar termasuk wanita yang subur kerana penikahannya dengan Abbas dia dikurniakan enam anak lelaki yang cerdas. Atas kewibaannya dalam kalangan Arab, Rasullulah saw kerap mengunjunginya . 

Dalam periwayatan hadis, Lubabah besar meriwayatkan beberapa hadis daripada Rasullulah saw. Jumlah hadis yang diriwayatkan sebanyak 30 hadis. Tiga antaranya diriwayatkan dalam kitab Shahihain (al-Bukhari dan Muslim), Sebuah hadis termasuk mutafaq'alaih (disepakati oleh bukhari dan muslim) ,sebuah hadis lain hanya diriwayatkan oleh Bukhari, manakala sebuah hadis lagi diriwayatkan Muslim. Anaknya Abdullah bin Abbas juga meriwayatkan hadis daripada ibunya. 

Dalam sahih Bukhari disebutkan tentang para sahabat bertanya kepada Rasullulah saw tentang puasa pada hari Arafah? Kemudian Ummu Fadhl diutuskan datang bertemu baginda dengan membawa secawan susu. Rasullulah saw pun meminumnya di tempat wukuf. Maka para sahabat tahu baginda tidak berpuasa. 

Begitulah mengenai Lubabah besar , ibu Abdullulah sejak awal berharap anaknya menjadi orang yang mencatat sejarah. Suatu hari, sambil menimang anaknya (Abdullah) Lubabah berkata:"Aku telah korbankan tenaga dan keperawananku (demi anakku). Anakku ini akan menjadi pemimpin samada bagi orang baik atau sebaliknya." 

Ternyata apa yang diharapkan Lubabah tercapai kerana salah seorang anak lelakinya bernama Abdullah menjadi pemimpin kaumnya dengan ilmunya, sehingga dia mendapat gelaran "Bahrul Ummah" iaitu Tinta Umat. Begitulah kelembutan seorang ibu kepada anak lelakinya. 


Lubabah meninggal dunia sebelum suaminya Abbas bin Abi Talib meninggal dunia pada zaman pemerintahan Usman bin Affan. 

"Jumlah hadis yang diriwayatkan sebanyak 30 hadis. Tiga antaranya diriwayatkan dalam kitab Sohihain (al-Bukhari dan Muslim) 

 http://mselim3.blogspot.com/2014/04/lubabah-binti-haris-wanita-kedua.html?utm_source=feedburner&utm_medium=feed&utm_campaign=Feed%3A+mselim3+%28mselim3%29

 

Sunday, April 13, 2014

Surah az-Zukruf




Tazkirah Dwibulan
Hari Isnin malam Selasa minggu 2 & 4
Masjdi Darus Salam, Kg Wakaf Zin, Jeli
Surah az-Zukhruf ayat 11- 14



43:11


43:12

43:13

43:14







43:11
وَالَّذِي نَزَّلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً بِقَدَرٍ فَأَنشَرْنَا بِهِ بَلْدَةً مَّيْتًا ۚ كَذَٰلِكَ تُخْرَجُونَ
والذي نزل من السماء ماء بقدر فأنشرنا به بلدة ميتا كذلك تخرجون
{ والذي نزل من السماء ماءً بقدر } أي بقدر حاجتكم إليه ولم ينزله طوفاناً { فأنشرنا } أحيينا { به بلدة ميتا كذلك } أي مثل هذا الإحياء { تخرجون } من قبوركم أحياء .
Sahih International
And who sends down rain from the sky in measured amounts, and We revive thereby a dead land - thus will you be brought forth -

Muhsin Khan
And Who sends down water (rain) from the sky in due measure. Then We revive a dead land therewith, and even so you will be brought forth (from the dead),

Pickthall
And Who sendeth down water from the sky in (due) measure, and We revive a dead land therewith. Even so will ye be brought forth;

Yusuf Ali
That sends down (from time to time) rain from the sky in due measure;- and We raise to life therewith a land that is dead; even so will ye be raised (from the dead);-

Shakir
And He Who sends down water from the cloud according to a measure, then We raise to life thereby a dead country, even thus shall you be brought forth;

Dr. Ghali
And Who has been sending down from the heaven water with determined estimate; so We have made to rise again thereby a deceased country; thus you will be brought out.

Indonesian
Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).
Malay
Dan (Dia lah) yang menurunkan hujan dari menurut sukatan yang tertentu, lalu Kami hidupkan dengan hujan itu negeri yang kering tandus tanahnya. Sedemikian itulah pula kamu akan dikeluarkan (hidup semula dari kubur).




43:12
وَالَّذِي خَلَقَ الْأَزْوَاجَ كُلَّهَا وَجَعَلَ لَكُم مِّنَ الْفُلْكِ وَالْأَنْعَامِ مَا تَرْكَبُونَ
والذي خلق الأزواج كلها وجعل لكم من الفلك والأنعام ما تركبون
{ والذي خلق الأزواج كلها وجعل لكم من الفلك } السفن { والأنعام } كالإبل { ما تركبون } حذف العائد اختصاراً، وهو مجرور في الأول، أي فيه منصوب في الثاني .
Sahih International
And who created the species, all of them, and has made for you of ships and animals those which you mount.

Muhsin Khan
And Who has created all the pairs and has appointed for you ships and cattle on which you ride,

Pickthall
He Who created all the pairs, and appointed for you ships and cattle whereupon ye ride.

Yusuf Ali
That has created pairs in all things, and has made for you ships and cattle on which ye ride,

Shakir
And He Who created pairs of all things, and made for you of the ships and the cattle what you ride on,

Dr. Ghali
And Who created the pairs, all of them, and made for you of the ships and the cattle (ÉAncan includes cattle, camels, sheep and goats) (some) that you ride,

Indonesian
Dan Yang menciptakan semua yang berpasang-pasangan dan menjadikan untukmu kapal dan binatang ternak yang kamu tunggangi.

Malay
Dan (Dia lah) yang menciptakan sekalian makhluk yang berbagai jenisnya; dan Ia mengadakan bagi kamu kapal-kapal dan binatang ternak yang kamu dapat mengenderainya,





43:13
لِتَسْتَوُوا عَلَىٰ ظُهُورِهِ ثُمَّ تَذْكُرُوا نِعْمَةَ رَبِّكُمْ إِذَا اسْتَوَيْتُمْ عَلَيْهِ وَتَقُولُوا سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَٰذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ
لتستووا على ظهوره ثم تذكروا نعمة ربكم إذا استويتم عليه وتقولوا سبحان الذي سخر لنا هذا وما كنا له مقرنين
{ لتستووا } لتستقروا { على ظهوره } ذكر الضمير وجمع الظهر نظراً للفظ ما ومعناها { ثم تذكروا نعمة ربكم إذا استويتم عليه وتقولوا سبحان الذي سخر لنا هذا وما كنا له مقرنين } مطيقين .
Sahih International
That you may settle yourselves upon their backs and then remember the favor of your Lord when you have settled upon them and say. "Exalted is He who has subjected this to us, and we could not have [otherwise] subdued it.

Muhsin Khan
In order that you may mount firmly on their backs, and then may remember the Favour of your Lord when you mount thereon, and say: "Glory to Him who has subjected this to us, and we could never have it (by our efforts)."

Pickthall
That ye may mount upon their backs, and may remember your Lord's favour when ye mount thereon, and may say: Glorified be He Who hath subdued these unto us, and we were not capable (of subduing them);

Yusuf Ali
In order that ye may sit firm and square on their backs, and when so seated, ye may celebrate the (kind) favour of your Lord, and say, "Glory to Him Who has subjected these to our (use), for we could never have accomplished this (by ourselves),

Shakir
That you may firmly sit on their backs, then remember the favor of your Lord when you are firmly seated thereon, and say: Glory be to Him Who made this subservient to us and we were not able to do it

Dr. Ghali
That you may level yourselves (i.e., sit) on their backs. Thereafter you remember the favor of your Lord when you have leveled yourselves on them, and say, All Extolment be to Him Who has subjected this to us, and in no way could we be ascribing comrades to Him.

Indonesian
Supaya kamu duduk di atas punggungnya kemudian kamu ingat nikmat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya; dan supaya kamu mengucapkan: "Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya,

Malay
Supaya kamu duduk tetap di atasnya; kemudian kamu mengingati nikmat Tuhan kamu apabila kamu duduk tetap di atasnya, serta kamu (bersyukur dengan) mengucapkan:" Maha Suci Tuhan yang telah memudahkan kenderaan ini untuk kami, sedang kami sebelum itu tidak terdaya menguasainya –

43:14
وَإِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا لَمُنقَلِبُونَ
وإنا إلى ربنا لمنقلبون
{ وإنا إلى ربنا لمنقلبون } لمنصرفون .
Sahih International
And indeed we, to our Lord, will [surely] return."

Muhsin Khan
And verily, to Our Lord we indeed are to return!

Pickthall
And lo! unto our Lord we surely are returning.

Yusuf Ali
"And to our Lord, surely, must we turn back!"

Shakir
And surely to our Lord we must return.

Dr. Ghali
And surely to our Lord We are indeed turning over." (i.e., returning)

Indonesian
dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami".


Malay
"Dan sesungguhnya kepada Tuhan kamilah, kami akan kembali!"






Sedikit Huraian


43:11
وَالَّذِي نَزَّلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً بِقَدَرٍ فَأَنشَرْنَا بِهِ بَلْدَةً مَّيْتًا ۚ كَذَٰلِكَ تُخْرَجُونَ
والذي نزل من السماء ماء بقدر فأنشرنا به بلدة ميتا كذلك تخرجون
{ والذي نزل من السماء ماءً بقدر } أي بقدر حاجتكم إليه ولم ينزله طوفاناً { فأنشرنا } أحيينا { به بلدة ميتا كذلك } أي مثل هذا الإحياء { تخرجون } من قبوركم أحياء .
Sahih International
And who sends down rain from the sky in measured amounts, and We revive thereby a dead land - thus will you be brought forth -

Muhsin Khan
And Who sends down water (rain) from the sky in due measure. Then We revive a dead land therewith, and even so you will be brought forth (from the dead),

Pickthall
And Who sendeth down water from the sky in (due) measure, and We revive a dead land therewith. Even so will ye be brought forth;

Yusuf Ali
That sends down (from time to time) rain from the sky in due measure;- and We raise to life therewith a land that is dead; even so will ye be raised (from the dead);-

Shakir
And He Who sends down water from the cloud according to a measure, then We raise to life thereby a dead country, even thus shall you be brought forth;

Dr. Ghali
And Who has been sending down from the heaven water with determined estimate; so We have made to rise again thereby a deceased country; thus you will be brought out.

Indonesian
Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).

Malay
Dan (Dia lah) yang menurunkan hujan dari menurut sukatan yang tertentu, lalu Kami hidupkan dengan hujan itu negeri yang kering tandus tanahnya. Sedemikian itulah pula kamu akan dikeluarkan (hidup semula dari kubur).

AlLah SWT memperkenalkan diri-NYA kepada kita sebagai satu ZAT/KUASA yang bisa menjadikan air & kemudiannya menurunkan air tersebut ke bumi di mana tempat semua makhluk memerlukan air tersebut. Di samping DIA mahu menjelaskan kepada manusia khasnya, sehebat manapun manusia itu, sama ada hebat secara keseorangan, atau hebat kerana dibantu, hebatnya sebuat kerajaan, selama-lamanya tidak mampu menjadikan walaupun setengah titik air. Hanya DIA yang boleh mengadakan air, adakah air ini dicipta hanya di sisi-NYA, itu hanya DIA yang mengetahui. Daripada air ini diturunkan-NYA ke bumi menjadi sama ada;
Air hujan
Air embun
Sajli

Apabila DIA menurunkan hujan ke bumi, hujan tersebut mengikut kadar yang diperlukan oleh seluruh kehidupan di bumi ini sama ada manusia, haiwan, tumbuh-tumbuhan, kayu-kayan, batu-batuan dsbnya. Setelah hujan turun kita akan dapati bumi yang dahulunya  tandus, kering kontang, berdebu sekian lama, dengan kehendak & izin-NYA akan menghijau ditumbuhi pelbagai jenis pokok-pokok sama ada yang bersaiz besar, kecil, atau bersaiz sedehana.

Mudahnya tumbuh rerumput, pepohon, setelah hujan turun, semudah itu jugalah manusai akan dihidupkan kembali setelah mati & berada dalam kubur. Seperti yang termaklum, apabila kita mati hanya badan kita yang ditanam dalam tanah, adapun nyawa kita tidak ditanam bersama. Islam mengajar kita apabila kita mati roh kita disimpan oleh AlLah SWT sama ada dalam setor yang bernama Sijjin atau yang bernama Illyyin.  Apabila AlLah SWT menitahkan kepada roh supaya kembali ke sarangnya(badan kita) roh segera berlari mencari jasad(sarangnya) yang terkebumi, apabila roh berada dalam badan kita akan hidup sebagaimana kita bangun daripada tidur.

Kejadian hujan turun yang kemudiannya menumbuhkan pokok-pokok merupakan peristiwa untuk kita faham dan kiaskan dengan kehidupan selepas kematian kelak.



43:12
وَالَّذِي خَلَقَ الْأَزْوَاجَ كُلَّهَا وَجَعَلَ لَكُم مِّنَ الْفُلْكِ وَالْأَنْعَامِ مَا تَرْكَبُونَ
والذي خلق الأزواج كلها وجعل لكم من الفلك والأنعام ما تركبون
{ والذي خلق الأزواج كلها وجعل لكم من الفلك } السفن { والأنعام } كالإبل { ما تركبون } حذف العائد اختصاراً، وهو مجرور في الأول، أي فيه منصوب في الثاني .
Sahih International
And who created the species, all of them, and has made for you of ships and animals those which you mount.

Muhsin Khan
And Who has created all the pairs and has appointed for you ships and cattle on which you ride,

Pickthall
He Who created all the pairs, and appointed for you ships and cattle whereupon ye ride.

Yusuf Ali
That has created pairs in all things, and has made for you ships and cattle on which ye ride,

Shakir
And He Who created pairs of all things, and made for you of the ships and the cattle what you ride on,

Dr. Ghali
And Who created the pairs, all of them, and made for you of the ships and the cattle (ÉAncan includes cattle, camels, sheep and goats) (some) that you ride,

Indonesian
Dan Yang menciptakan semua yang berpasang-pasangan dan menjadikan untukmu kapal dan binatang ternak yang kamu tunggangi.

Malay
Dan (Dia lah) yang menciptakan sekalian makhluk yang berbagai jenisnya; dan Ia mengadakan bagi kamu kapal-kapal dan binatang ternak yang kamu dapat mengenderainya,

AlLah SWT terus menerangkan & memperkenalkan kemahahebatan-NYA, yang telah menjadikan untuk kehidupan ini pasangan masing-masing. Bukan sahaja manusia ada pasangan yang terdiri daripada lelaki & perempuan, binatang juga demikian, pokok-pokok juga begitu, bahkan atom yang tak dapat dilihat dengan mata kasar juga ada pasangan masing-masing yang dikenali dengan positif & negatif dsb. Adanya pasangan ini antara lain untuk saling melengkapi kekurangan masing-masing.

Tidak terhenti di situ DIA juga telah ciptakan untuk manusia ini binatang ternak untuk dijadikan kenderaan. Di samping itu DIA juga mengizinkan kapal-kapal dapat belayar dengan selamat, sama ada kapal udara atau kapal laut. Kesemua kenaikan ini untuk kegunaan & kemudahan manusia. subhanalLah.



43:13
لِتَسْتَوُوا عَلَىٰ ظُهُورِهِ ثُمَّ تَذْكُرُوا نِعْمَةَ رَبِّكُمْ إِذَا اسْتَوَيْتُمْ عَلَيْهِ وَتَقُولُوا سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَٰذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ
لتستووا على ظهوره ثم تذكروا نعمة ربكم إذا استويتم عليه وتقولوا سبحان الذي سخر لنا هذا وما كنا له مقرنين
{ لتستووا } لتستقروا { على ظهوره } ذكر الضمير وجمع الظهر نظراً للفظ ما ومعناها { ثم تذكروا نعمة ربكم إذا استويتم عليه وتقولوا سبحان الذي سخر لنا هذا وما كنا له مقرنين } مطيقين .
Sahih International
That you may settle yourselves upon their backs and then remember the favor of your Lord when you have settled upon them and say. "Exalted is He who has subjected this to us, and we could not have [otherwise] subdued it.

Muhsin Khan
In order that you may mount firmly on their backs, and then may remember the Favour of your Lord when you mount thereon, and say: "Glory to Him who has subjected this to us, and we could never have it (by our efforts)."

Pickthall
That ye may mount upon their backs, and may remember your Lord's favour when ye mount thereon, and may say: Glorified be He Who hath subdued these unto us, and we were not capable (of subduing them);

Yusuf Ali
In order that ye may sit firm and square on their backs, and when so seated, ye may celebrate the (kind) favour of your Lord, and say, "Glory to Him Who has subjected these to our (use), for we could never have accomplished this (by ourselves),

Shakir
That you may firmly sit on their backs, then remember the favor of your Lord when you are firmly seated thereon, and say: Glory be to Him Who made this subservient to us and we were not able to do it

Dr. Ghali
That you may level yourselves (i.e., sit) on their backs. Thereafter you remember the favor of your Lord when you have leveled yourselves on them, and say, All Extolment be to Him Who has subjected this to us, and in no way could we be ascribing comrades to Him.

Indonesian
Supaya kamu duduk di atas punggungnya kemudian kamu ingat nikmat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya; dan supaya kamu mengucapkan: "Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya,

Malay
Supaya kamu duduk tetap di atasnya; kemudian kamu mengingati nikmat Tuhan kamu apabila kamu duduk tetap di atasnya, serta kamu (bersyukur dengan) mengucapkan:" Maha Suci Tuhan yang telah memudahkan kenderaan ini untuk kami, sedang kami sebelum itu tidak terdaya menguasainya –

                AlLah SWT telah menitahkan kepada binatang ternakan tadi supaya menjadi jinak & tetap supaya manusia senang menaikinya. Justeru sewaktu berada  atas belakang binatang  & kapal, patut benarnya manusia berdoa sebagaai tanda syukur kepada-NYA dengan doa yang diajar sendiri oleh AlLah SWT ; سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَٰذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ :" Maha Suci Tuhan yang telah memudahkan kenderaan ini untuk kami, sedang kami sebelum itu tidak terdaya menguasainya




43:14
وَإِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا لَمُنقَلِبُونَ
وإنا إلى ربنا لمنقلبون
{ وإنا إلى ربنا لمنقلبون } لمنصرفون .
Sahih International
And indeed we, to our Lord, will [surely] return."

Muhsin Khan
And verily, to Our Lord we indeed are to return!

Pickthall
And lo! unto our Lord we surely are returning.

Yusuf Ali
"And to our Lord, surely, must we turn back!"

Shakir
And surely to our Lord we must return.

Dr. Ghali
And surely to our Lord We are indeed turning over." (i.e., returning)

Indonesian
dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami".


Malay
"Dan sesungguhnya kepada Tuhan kamilah, kami akan kembali!"

Walau apa pun, jangan lupa suatu hari nanti, esok atau lusa kita pasti akan dikembalikan kepada DIA. Bukan kembali yang biasa-biasa tapi kita akan disoal tentang nikmat yang pernah diberinya kepada kita, sama ada nikmat muda, nikmat harta, nikmat umur, nikmat ilmu dsb. Jawapan kita dikira betul sekiranya apa yang kita jawab itu sama dengan apa yang tersempan dalam kitab-NYA.



Terjemahan dalam pelbagai bahasa lain


43:11
وَالَّذِي نَزَّلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً بِقَدَرٍ فَأَنشَرْنَا بِهِ بَلْدَةً مَّيْتًا ۚ كَذَٰلِكَ تُخْرَجُونَ
والذي نزل من السماء ماء بقدر فأنشرنا به بلدة ميتا كذلك تخرجون
{ والذي نزل من السماء ماءً بقدر } أي بقدر حاجتكم إليه ولم ينزله طوفاناً { فأنشرنا } أحيينا { به بلدة ميتا كذلك } أي مثل هذا الإحياء { تخرجون } من قبوركم أحياء .

Sahih International
And who sends down rain from the sky in measured amounts, and We revive thereby a dead land - thus will you be brought forth -

Muhsin Khan
And Who sends down water (rain) from the sky in due measure. Then We revive a dead land therewith, and even so you will be brought forth (from the dead),

Pickthall
And Who sendeth down water from the sky in (due) measure, and We revive a dead land therewith. Even so will ye be brought forth;

Yusuf Ali
That sends down (from time to time) rain from the sky in due measure;- and We raise to life therewith a land that is dead; even so will ye be raised (from the dead);-

Shakir
And He Who sends down water from the cloud according to a measure, then We raise to life thereby a dead country, even thus shall you be brought forth;

Dr. Ghali
And Who has been sending down from the heaven water with determined estimate; so We have made to rise again thereby a deceased country; thus you will be brought out.

Albanian
Dhe Ai që lëshon nga qielli ujë (shi) me masë. Ne i japim me të jetë një vendi të vdekur. Ja, kështu edhe ju do të nxirreni (të gjallë nga varrezat);

Azerbaijani
O Allah ki, göydən bir qədər (sizin ehtiyacınızı ödəyə biləcək miqdarda) su endirdi. Biz onunla ölü bir məmləkəti dirildirik. Siz də (qiyamət günü dirildilib qəbirlərinizdən) belə çıxardılacaqsınız!

Bosnian
Onaj koji s neba s mjerom spušta vodu, pomoću koje u život vraćamo mrtve predjele – tako ćete i vi biti oživljeni;

Chinese
他從雲中降下有定量的雨水,借雨水而使已死的地方復活。你們將來要這樣從墳墓中被取出。

Czech
a který seslal z nebe vodu v množství odměřeném. Jí mrtvou krajinu křísíme, a takto budete i vy z hrobů vyvedeni;

Dutch
En wie zendt den regen bij mate neder waardoor wij een dood land verkwikken? (Zoo zult gij uit uwe graven worden opgewekt).

Farsi
و (آن) کسی که از آسمان آبی به اندازه (معین) فرو فرستاد, پس با آن (آب) سر زمین مرده را زنده کردیم شما (نیز) این گونه (پس از مرگ, از گورها) بیرون آورده می شوید.

Finnish
Hän, joka lähettää pilvistä vettä määrän mukaan, niin että Me sillä herätämme kuolleen maan eloon - näin teidätkin herätetään -

French
Celui qui a fait descendre l'eau du ciel avec mesure et avec laquelle Nous ranimons une cité morte [aride]. Ainsi vous serez ressuscités;

German
und Der vom Himmel Wasser nach Maß herabregnen läßt, mit dem Wir eine tote Gegend ins Leben rufen. Ebenso werdet auch ihr zum Jüngsten Tag auferweckt
werden.

Hausa
Kuma Wanda Ya saukar da ruwa daga sama, a kan wani gwargwado, sai Muka rãyar da gari matacce game da shi. Kamar haka nan ake fitar da ku (daga kabari).

Indonesian
Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).

Italian
e dal cielo ha fatto scendere con misura un'acqua tramite la quale ridiamo la vita ad una terra morta: allo stesso modo vi resusciterà.

Japanese
また天から適量の雨を降らせ,それで死んだ大地を甦らせられる御方である。そのように,あなたがたは(墓場から)出てくる。

Korean
그분은 일정한 양의 비를 내리게 하시어 죽은 대지에 생명 주시도다 그와 같이 너희도 부활 하노라

Malay
Dan (Dia lah) yang menurunkan hujan dari menurut sukatan yang tertentu, lalu Kami hidupkan dengan hujan itu negeri yang kering tandus tanahnya. Sedemikian itulah pula kamu akan dikeluarkan (hidup semula dari kubur).

Malayalam
ആകാശത്ത്‌ നിന്ന്‌ ഒരു തോത്‌ അനുസരിച്ച്‌ വെള്ളം വര്‍ഷിച്ചു തരികയും ചെയ്തവന്‍. എന്നിട്ട്‌ അത്‌ മൂലം നാം നിര്‍ജീവമായ രാജ്യത്തെ പുനരുജ്ജീവിപ്പിച്ചു. അത്‌ പോലെ തന്നെ നിങ്ങളും (മരണാനന്തരം) പുറത്തു കൊണ്ടു വരപ്പെടുന്നതാണ്‌.

Maranao
Go Skaniyan so piyakatoron Iyan phoon ko kawang so ig sa didiyangkaan; - na inoyag Ami sa sabap rkaniyan so ingd a maatay; na lagid man oto a kaphakagmawa rkano (ko manga kobor);

Norwegian
Han sender vann fra oven i tilmålt mengde. Ved det vekker Vi til liv det døde land. På samme måte vil dere bli brakt frem fra gravene.

Polish
- Ten, który zesłał z nieba wodę według pewnej miary. I dzięki niej ożywiliśmy krainę umarłą. W ten sposób zostaniecie wyprowadzeni!

Portuguese
E Ele é Que envia, proporcionalmente, água dos céus, e com ela faz reviver uma comarca árida; assim sereisressuscitados.

Romanian
El este Cel ce a creat soiurile toate şi v-a făcut vouă corăbii şi dobitoace ca să mergeţi cu ele

Russian
Он ниспослал с неба воду в меру, и ею Мы оживили мертвую землю. Таким же образом вы будете выведены из могил.

Somali
Waana Eebaha ka soo dajiyey Samada Biyo qadaran oon ku noolayno Magaalo dhimatay, saasaana leydiin soobixin.

Spanish
Quien ha hecho bajar agua del cielo con mesura para resucitar un país muerto. Del mismo modo se os sacará.

Swahili
Na ambaye ndiye aliye teremsha kutoka mbinguni maji kwa kiasi, na kwa hayo tukaifufua nchi iliyo kufa. Na namna hivi ndivyo mtakavyo tolewa.

Swedish
[Och det är Han] som låter regn falla från skyn i rätta mängder, och därmed väcker Vi till liv dött land. Så skall ni också uppväckas [från de döda till nytt liv].

Tatar
Вә Ул – Аллаһ күктән чамалап яңгыр иңдерәдер, ул яңгыр белән үлгән җирне тергезеп һәрнәрсәне үстерәдер, үләннәр чыккан кеби сез дә каберләрегездән чыгарсыз.

Thai
และ เป็นผู้ทรงหลั่งน้ำลงมาจากฟากฟ้าตามปริมาณ และด้วยน้ำนั้นเราได้ทรงทำให้แผ่นดินที่แห้งแล้งมีชีวิตชีวาขึ้น เช่นนั้นแหละพวกเจ้าจะถูกให้ออกมา (จากกุบูร)

Turkish
Allah gökten belli bir ölçüye göre su indirdi. Biz onunla ölü bir memlekete yeniden hayat verdik. Iste siz de kabirlerinizden böyle diriltilip çikarilacaksiniz.

Urdu
اور جس نے ایک اندازے کے ساتھ آسمان سے پانی نازل کیا۔ پھر ہم نے اس سے شہر مردہ کو زندہ کیا۔ اسی طرح تم زمین سے نکالے جاؤ گے

Uzbek
У зот осмондан ўлчов ила сув туширди. Бас, Биз у(сув) ила ўлик юртни тирилтирдик. Сиз ҳам шунга ўхшаш чиқарилурсиз.

Bangla
এবং যিনি আকাশ থেকে পানি বর্ষণ করেছেন পরিমিত। আতঃপর তদ্দ্বারা আমি মৃত ভূ-ভাগকে পুনরুজ্জীবিত করেছি। তোমরা এমনিভাবে উত্থিত হবে।

Tamil
அவன்தான் வானத்திலிருந்து மழையை அளவோடு இறக்கி வைக்கிறான். பின்னர், அதனைக் கொண்டு இறந்து கிடந்த பூமியை நாம் தாம் உயிர்ப்பிக்கின்றோம். இவ்வாறே நீங்களும் (மரணத்திற்கு பின் உயிர்ப்படுத்தப் பெற்று) வெளிப்படுத்தப்படுவீர்கள்.



43:12
وَالَّذِي خَلَقَ الْأَزْوَاجَ كُلَّهَا وَجَعَلَ لَكُم مِّنَ الْفُلْكِ وَالْأَنْعَامِ مَا تَرْكَبُونَ
والذي خلق الأزواج كلها وجعل لكم من الفلك والأنعام ما تركبون
{ والذي خلق الأزواج كلها وجعل لكم من الفلك } السفن { والأنعام } كالإبل { ما تركبون } حذف العائد اختصاراً، وهو مجرور في الأول، أي فيه منصوب في الثاني .

Sahih International
And who created the species, all of them, and has made for you of ships and animals those which you mount.

Muhsin Khan
And Who has created all the pairs and has appointed for you ships and cattle on which you ride,

Pickthall
He Who created all the pairs, and appointed for you ships and cattle whereupon ye ride.

Yusuf Ali
That has created pairs in all things, and has made for you ships and cattle on which ye ride,

Shakir
And He Who created pairs of all things, and made for you of the ships and the cattle what you ride on,

Dr. Ghali
And Who created the pairs, all of them, and made for you of the ships and the cattle (ÉAncan includes cattle, camels, sheep and goats) (some) that you ride,

Albanian
Dhe Ai që krijoi të gjitha llojet (çiftet) dhe ju mundësoi të udhëtoni hipur në anije ose në kafshë.

Azerbaijani
Və O Allah ki, (bütün canlılardan erkək və dişi olmaqla) ciftlər xəlq etdi, səvar olduğunuz gəmiləri və heyvanları yaratdı.

Bosnian
Onaj koji stvara stvorenja svake vrste i daje vam lađe i kamile da putujete,

Chinese
他創造萬類,而以船舶和牲畜供你們騎乘,

Czech
a On druhy všechny v párech stvořil a lodi a velbloudy pro vás prostředky k ježdění učinil,

Dutch
En wie heeft al de verschillende dingen geschapen, en u schepen en vee gegeven?

Farsi
و(آن) کسی که همه ی اصناف را (جفت) آفرید, وبرای شما از کشتی وچهار پایان مرکبهایی قرار داد که (بر آنها) سوار شوید.

Finnish
ja Hän, joka loi kaikki parittain ja hankki teille laivat ja kotieläimet matkataksenne niiden avulla,

French
Celui qui a créé les couples dans leur totalité et a fait pour vous, des vaisseaux et des bestiaux, des montures,

German
Und Der alle Arten erschaffen und euch Schiffe und Vieh zur Beförderung gemacht hat.

Hausa
Kuma Wanda Ya halitta ma'aura dukansu, kuma Ya sanya muku, daga jirgi da dabbõbin ni'ima, abin da kuke hawa.

Indonesian
Dan Yang menciptakan semua yang berpasang-pasangan dan menjadikan untukmu kapal dan binatang ternak yang kamu tunggangi.

Italian
Ha creato tutte le specie e vi ha dato vascelli e animali sui quali montate,

Japanese
かれは凡てのものを一対に創造し,またあなたがたのために,舟と家畜を乗物として備えられた。

Korean
그분은 모든 것을 창조하시매 자웅을 두고 너희가 들과 가축들을 두었노라

Malay
Dan (Dia lah) yang menciptakan sekalian makhluk yang berbagai jenisnya; dan Ia mengadakan bagi kamu kapal-kapal dan binatang ternak yang kamu dapat mengenderainya,

Malayalam
എല്ലാ ഇണകളെയും സൃഷ്ടിക്കുകയും നിങ്ങള്‍ക്ക്‌ സവാരി ചെയ്യാനുള്ള കപ്പലുകളും കാലികളെയും നിങ്ങള്‍ക്ക്‌ ഏര്‍പെടുത്തിത്തരികയും ചെയ്തവന്‍.

Maranao
Go Skaniyan so miyadn ko nggaganapa, a kalangolangowan iyan, go sominggay rkano ko manga kapal ago so manga ayam a so kapphagdaan iyo,

Norwegian
Han er det, som har skapt alt parvis, og Han har gitt dere skipene, og kveg som dere rir,

Polish
On stworzył wszelkie pary, dał wam statki, a także zwierzęta wierzchowe,

Portuguese
E Ele é Que criou todos os canais e vos submeteu os navios e os animais para vos transportardes,

Romanian
şi să vă aşezaţi pe spatele lor. Amintiţi-vă, atunci, binefacerile Domnului vostru când vă aşezaţi pe ele şi spuneţi: “Mărire Celui ce ne-a supus nouă acestea, căci Noi nu le-am fi dovedit.

Russian
Он сотворил всякие пары животных и растений и создал для вас среди кораблей и скотины те, на которых вы ездите,

Somali
Waana Eebaha abuuray noocyada dhamaantood idiinkana yeeley Maraakiibta iyo Xoolaha waxaad kortaan.

Spanish
Quien ha creado todas las parejas y os ha dado las naves y los rebaños en que montáis,

Swahili
Na ambaye ndiye aliye umba katika kila kitu jike na dume, na akakufanyieni marikebu na wanyama mnao wapanda.

Swedish
[Och det är Han] som har skapat alla motsatspar, och [Han] som har gett er de skepp och de riddjur som ni färdas med,

Tatar
Вә Ул – Аллаһ һәр нәрсәне парлы итеп халык кылды, вә сезгә утырып йөрү өчен көймәләр вә дүрт аяклы хайваннар халык кылды ( яратты, бар итте ).

Thai
และเป็นผู้ทรงสร้างทุกสิ่งทั้งหมดเป็นคู่ ๆ และทรงทำให้เรือและปศุสัตว์สำหรับพวกเจ้าเป็นสิ่งที่พวกเจ้าใช้ขี่เป็นพาหนะ

Turkish
Allah bütün çiftleri yaratmistir. Sizin için bineceginiz gemiler ve hayvanlar var etmistir.

Urdu
اور جس نے تمام قسم کے حیوانات پیدا کئے اور تمہارے لئے کشتیاں اور چارپائے بنائے جن پر تم سوار ہوتے ہو

Uzbek
У зот барча жуфтларни яратган ва сизга кемалар ҳамда чорва ҳайвонларидан минадиган нарсаларингизни қилди.

Bangla
এবং যিনি সবকিছুর যুগল সৃষ্টি করেছেন এবং নৌকা ও চতুস্পদ জন্তুকে তোমাদের জন্যে যানবাহনে পরিণত করেছেন,

Tamil
அவன் தான் ஜோடிகள் யாவையும் படைத்தான்; உங்களுக்காக, கப்பல்களையும், நீங்கள் சவாரி செய்யும் கால்நடைகளையும் உண்டாக்கினான் -




43:13
لِتَسْتَوُوا عَلَىٰ ظُهُورِهِ ثُمَّ تَذْكُرُوا نِعْمَةَ رَبِّكُمْ إِذَا اسْتَوَيْتُمْ عَلَيْهِ وَتَقُولُوا سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَٰذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ
لتستووا على ظهوره ثم تذكروا نعمة ربكم إذا استويتم عليه وتقولوا سبحان الذي سخر لنا هذا وما كنا له مقرنين
{ لتستووا } لتستقروا { على ظهوره } ذكر الضمير وجمع الظهر نظراً للفظ ما ومعناها { ثم تذكروا نعمة ربكم إذا استويتم عليه وتقولوا سبحان الذي سخر لنا هذا وما كنا له مقرنين } مطيقين .

Sahih International
That you may settle yourselves upon their backs and then remember the favor of your Lord when you have settled upon them and say. "Exalted is He who has subjected this to us, and we could not have [otherwise] subdued it.

Muhsin Khan
In order that you may mount firmly on their backs, and then may remember the Favour of your Lord when you mount thereon, and say: "Glory to Him who has subjected this to us, and we could never have it (by our efforts)."

Pickthall
That ye may mount upon their backs, and may remember your Lord's favour when ye mount thereon, and may say: Glorified be He Who hath subdued these unto us, and we were not capable (of subduing them);

Yusuf Ali
In order that ye may sit firm and square on their backs, and when so seated, ye may celebrate the (kind) favour of your Lord, and say, "Glory to Him Who has subjected these to our (use), for we could never have accomplished this (by ourselves),

Shakir
That you may firmly sit on their backs, then remember the favor of your Lord when you are firmly seated thereon, and say: Glory be to Him Who made this subservient to us and we were not able to do it

Dr. Ghali
That you may level yourselves (i.e., sit) on their backs. Thereafter you remember the favor of your Lord when you have leveled yourselves on them, and say, All Extolment be to Him Who has subjected this to us, and in no way could we be ascribing comrades to Him.

Albanian
Të uleni mbi to dhe atëherë, pasi të jeni vendosur mbi to, ta përkujtoni të mirën që u dha Zoti juaj e të thoni: “Falënderuar qoftë Ai që i nënshtroi këto për neve, sepse ne nuk do të kishim mundësi ta bënim këtë.

Azerbaijani
Ona görə ki, onları minəsiniz, sonra minib oturduğunuz zaman Rəbbinizin ne’mətini yada salaraq deyəsiniz: “Bunları bizə ram edən Allah pakdır, müqəddəsdir! (Əgər Allahın köməyi olmasaydı) bizim onlara gücümüz çatmazdı.

Bosnian
da se leđima njihovim služite i da se, kad na njima jahali budete, blagodati Gospodara svoga sjetite i da reknete: "Hvaljen neka je Onaj koji je dao da nam one služe, mi to sami ne bismo mogli postići,

Chinese
以便你們端坐在上面。然後,在端坐的時候,想著你們主的恩典,並且說:「讚頌真主,超絕萬物!他為我們制服此物,我們對於它本是無能的

Czech
abyste se na jejich hřbetech usadili a pak si vzpomněli na dobrodiní Pána svého, když na nich pevně sedíte, a abyste říkali: "Sláva tomu, jenž nám toto vše podrobil, vždyť my sami dosáhnout toho schopni bychom nebyli!

Dutch
Waardoor gij vervoerd wordt, opdat gij stevig op hunne ruggen zoudt zitten, en de gunst van uwen Heer zoudt gedenken, als gij daarop zit, en zeggen zoudt: Geloofd zij hij, die deze schepen en dieren aan onzen dienst heeft onderworpen! want wij zouden die door eigene macht niet hebben kunnen bemeesteren.

Farsi
تا بر پشتشان (درست) قرار گیرید, آنگاه چون بر آنها قرار گرفتید (وسوار شدید) نعمت پروردگارتان را یاد کنید, وبگویید: «پاک ومنزه است کسی که این را برایمان مسخر گرداند, و(گرنه) ما توانایی آن را نداشتیم,

Finnish
voidaksenne turvallisesti istua niiden selässä ja sitten muistaa Herranne armoa, kun niillä kuljette, ja sanoa: »Kunnia olkoon Hänelle, joka saattoi tämän alamaisuuteemme; me emme siihen kyenneet,

French
afin que vous vous installiez sur leurs dos, et qu'ensuite, après vous y être installés, vous vous rappeliez le bienfait de votre Seigneur et que vous disiez : "Gloire à Celui qui nous a soumis tout cela alors que nous n'étions pas capables de les dominer.

German
So werdet ihr sie leicht besteigen, und wenn ihr es euch bequem darauf gemacht habt, sollt ihr der Gnade eures Herrn gedenken und sagen: "Gepriesen sei Der, Der uns dieses alles dienstbar gemacht hat! Das hätten wir allein niemals bewirken können.

Hausa
Domin ku daidaitu a kan bãyansa, sa'an nan ku tuna ni'imar Ubangijinku a lõkacin da kuka daidaita a kansa kuma ku ce, "Tsarki ya tabbata ga Wanda Ya hõre mana wannan alhãli kuwa ba mu kasance mãsu iya rinjãya gare Shi ba.

Indonesian
Supaya kamu duduk di atas punggungnya kemudian kamu ingat nikmat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya; dan supaya kamu mengucapkan: "Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya,

Italian
sicché possiate sedere sui loro dorsi e ricordiate i favori del vostro Signore dicendo: «Gloria a Colui che ha messo tutto ciò a nostro servizio, mentre non eravamo neppure in grado di domarli!

Japanese
あなたがたは,その背に安全に乗り,それに乗る時,あなたの主の恩恵を念じ,(祈って)言う。「かれを讃えます。これらのものをわたしたちに服従させる御方。これはわたしたちには叶わなかったことです。

Korean
이리하여 너희가 등위에서 안정하고 너희가 그곳에 안전하게 앉아 있을 너희 주님을 염원하 저희가 그렇게 없는 저희에게 순종케 하여 주신 그분께 영광이 있으소서 라고 하고

Malay
Supaya kamu duduk tetap di atasnya; kemudian kamu mengingati nikmat Tuhan kamu apabila kamu duduk tetap di atasnya, serta kamu (bersyukur dengan) mengucapkan:" Maha Suci Tuhan yang telah memudahkan kenderaan ini untuk kami, sedang kami sebelum itu tidak terdaya menguasainya -

Malayalam
അവയുടെ പുറത്ത്‌ നിങ്ങള്‍ ഇരിപ്പുറപ്പിക്കാനും എന്നിട്ട്‌ നിങ്ങള്‍ അവിടെ ഇരിപ്പുറപ്പിച്ചു കഴിയുമ്പോള്‍ നിങ്ങളുടെ രക്ഷിതാവിന്‍റെ അനുഗ്രഹം നിങ്ങള്‍ ഓര്‍മിക്കുവാനും, നിങ്ങള്‍ ഇപ്രകാരം പറയുവാനും വേണ്ടി: ഞങ്ങള്‍ക്ക്‌ വേണ്ടി ഇതിനെ വിധേയമാക്കിത്തന്നവന്‍ എത്ര പരിശുദ്ധന്‍! ഞങ്ങള്‍ക്കതിനെ ഇണക്കുവാന്‍ കഴിയുമായിരുന്നില്ല.

Maranao
Ka ang kano gii makathakna ko manga likod iyan, oriyan iyan na an iyo katadmi so limo o Kadnan iyo, igira a miyakathakna kano ron, go an iyo matharo: "Soti so piyakaphasiyonot Iyan rkami aya, a kna a ba skami i phamakagaga on,

Norwegian
så dere kan ta plass på deres rygg, og så komme Herrens nåde i hu, når dere har satt dere til rette, og si: «Ære være Ham, som har gjort dette underdanig for oss! Vi ville ikke greid det!

Polish
Tak abyście mogli wygodnie podróżować na ich grzbietach, a potem wspominali dobroć waszego Pana - kiedy się już na nich dobrze usadowicie - i mówili: "Chwała niech będzie Temu, który nam to podporządkował, albowiem my sami nie moglibyśmy tego osiągnąć.

Portuguese
Bem como para que vos acomodásseis sobre eles, para assim recordar-vos das mercês do vosso Senhor, quando issoacontecesse, Dizei: Glorificado seja Quem no-los submeteu, o que jamais teríamos logrado fazer.

Romanian
Da, către Domnul nostru noi ne întoarcem.”

Russian
чтобы вы поднимались на их спины (или палубы), а затем поминали милость вашего Господа после того, как поднялись на них, и говорили: "Пречист Тот, Кто подчинил нам это, ведь мы сами на такое были неспособны.

Somali
Inaad ku ekaataan dhabarkeeda markaas aad xusuusataan Nicmada Eebihiin markaad ku ekaataan ood dhahdaan waxaa nasahan Eebaha noosahley tan mana nihin kuwo kara leyligeeda.

Spanish
para que os instaléis en ellos y, luego, cuando lo hayáis hecho, recordéis la gracia de vuestro Señor y digáis: «¡Gloria a Quien ha sujetado esto a nuestro servicio! ¡Nosotros no lo hubiéramos logrado!»

Swahili
Ili mkae vizuri migongoni mwao, kisha mkumbuke neema za Mola wenu Mlezi mnapokaa sawa sawa juu yao na mseme: Ametakasika aliye mfanya huyu atutumikie, na tusingeli weza kufanya haya wenyewe.

Swedish
för att ni, efter att ha tagit dem i er tjänst och stigit ombord eller suttit upp på dem, skall minnas er Herres godhet och säga: "Stor är Han i Sin härlighet, som låter oss förfoga över dem; själva skulle vi inte ha kunnat ta dem i vår tjänst!

Tatar
Ул көймәләргә вә хайваннарга сәүдә әйберләрегезне салып үзегез дә менеп утырмаклыгыгыз өчен сезгә тапшырылдылар, соңра менеп утырып тынычлангач, Раббыгызның нигъмәтен зекер итәсез вә әйтәсез: "Бу нәрсәләрдән безне файдаланучы Аллаһ һәр кимчелектән пакьтер, бу нәрсәләрне булдырырга үзебез, әлбәттә, кадир булмас идек.

Thai
เพื่อ พวกเจ้าจะได้นั่งอยู่บนหลังของมันอย่างมั่นคง แล้วพวกเจ้าจะได้รำลึกถึงความโปรดปรานของพระเจ้าของพวกเจ้า เมื่อพวกเจ้าได้นั่งขี่บนมันอย่างเรียบร้อยแล้ว พวกเจ้าก็จะกล่าวว่า มหาบริสุทธิ์ผู้ทรงให้พาหนะนี้เป็นความสะดวกแก่เรา และเรานั้นไม่สามารถจะควบคุมมันได้

Turkish
Siz onlarin sirtina binip üzerlerine yerlestiginiz zaman, Rabbinizin nimetini anarak söyle diyesiniz: "Bunlari bizim hizmetimize veren Allah'i tenzih ve tesbih ederiz. Yoksa bizim bunlara gücümüz yetmezdi."

Urdu
تاکہ تم ان کی پیٹھ پر چڑھ بیٹھو اور جب اس پر بیٹھ جاؤ پھر اپنے پروردگار کے احسان کو یاد کرو اور کہو کہ وہ (ذات) پاک ہے جس نے اس کو ہمارے زیر فرمان کر دیا اور ہم میں طاقت نہ تھی کہ اس کو بس میں کرلیتے

Uzbek
Токи сиз уларнинг устига ўрнашгайсизлар, сўнгра уларнинг устига ўрнашиб олгач, Роббингиз неъматини эслаб: «Бизга буни бўйсундирган зот покдир. Биз бунга қодир эмас эдик.

Bangla
যাতে তোমরা তাদের পিঠের উপর আরোহণ কর। অতঃপর তোমাদের পালনকর্তার নেয়ামত স্মরণ কর এবং বল পবিত্র তিনি, যিনি এদেরকে আমাদের বশীভূত করে দিয়েছেন এবং আমরা এদেরকে বশীভূত করতে সক্ষম ছিলাম না।

Tamil
அவற்றின் முதுகுகளின் மீது நீங்கள் உறுதியாக அமர்ந்து கொள்வதற்காக் அவற்றின் மேல் நீங்கள் உறுதியாக அமர்ந்ததும், உங்கள் இறைவனுடைய அருளை நினைவு கூர்ந்து "இதன் மீது (செல்ல) சக்தியற்றவர்களாக இருந்த எங்களுக்கு, இதனை வசப்படுத்தித்தந்த அ(வ் விறை)வன் மிக்க பரிசுத்தமானவன்" என்று நீங்கள் கூறுவதற்காகவும்.




43:14
وَإِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا لَمُنقَلِبُونَ
وإنا إلى ربنا لمنقلبون
{ وإنا إلى ربنا لمنقلبون } لمنصرفون .

Sahih International
And indeed we, to our Lord, will [surely] return."

Muhsin Khan
And verily, to Our Lord we indeed are to return!

Pickthall
And lo! unto our Lord we surely are returning.

Yusuf Ali
"And to our Lord, surely, must we turn back!"

Shakir
And surely to our Lord we must return.

Dr. Ghali
And surely to our Lord We are indeed turning over." (i.e., returning)

Albanian
Dhe ne me siguri do të kthehemi te Zoti ynë!”

Azerbaijani
Həqiqətən, biz (öləndən sonra) Rəbbimizin hüzuruna qayıdacağıq!”

Bosnian
i mi ćemo se, sigurno, Gospodaru svome vratiti!"

Chinese
我們必定歸於我們的主。」

Czech
A my věru se k Pánu svému navrátíme."

Dutch
En tot onzen Heer zullen wij zekerlijk terugkeeren.

Farsi
وما به سوی پروردگارمان باز می گردیم».

Finnish
Mutta Herramme luokse on meidän totisesti palattava.»

French
C'est vers notre Seigneur que nous retournerons".

German
Wir werden nach diesem Leben sicher zu unserem Herrn zurückkehren."

Hausa
"Kuma lalle mũ haƙĩƙa mãsu jũyãwa muke, zuwa ga Ubangijinmu."

Indonesian
dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami".

Italian
In verità noi ritorneremo verso il nostro Signore».

Japanese
本当にわたしたちは,主に必ず帰るのです。」

Korean
저희는 저희 주님께로 돌아 가게 되나이다 라고 말하도록 이라

Malay
"Dan sesungguhnya kepada Tuhan kamilah, kami akan kembali!"

Malayalam
തീര്‍ച്ചയായും ഞങ്ങള്‍ ഞങ്ങളുടെ രക്ഷിതാവിങ്കലേക്ക്‌ തിരിച്ചെത്തുന്നവര്‍ തന്നെയാകുന്നു.

Maranao
"Go mataan! a skami na sii bo ko Kadnan ami, i titho a khandodan ami!"

Norwegian
Vi vender oss til Herren.»

Polish
I, zaprawdę, my powrócimy do naszego Pana!"

Portuguese
E nós todos retornaremos ao nosso Senhor!

Romanian
Ei i-au făcut dintre robii Săi parte, căci omul este un nerecunoscător vădit.

Russian
Воистину, мы вернемся к нашему Господу".

Somali
Anaguna xagga Eebahanno yaannu u gadoomeynaa.

Spanish
¡Sí, volveremos a nuestro Señor!

Swahili
Na hakika sisi tutarudi kwa Mola wetu Mlezi.

Swedish
[Låt oss aldrig glömma att] vi skall vända tillbaka till vår Herre!"

Tatar
Соңра без каберләребездән кубарылып, әлбәттә, Раббыбызга кайтачакбыз.

Thai
และแท้จริงเราจะต้องเป็นผู้กลับไปสู่พระเจ้าของเราอย่างแน่นอน

Turkish
"Gerçekten biz Rabbimize dönecegiz."

Urdu
اور ہم اپنے پروردگار کی طرف لوٹ کر جانے والے ہیں

Uzbek
Ва, албатта, Биз Роббимизга қайтгувчилардирмиз», дегайсиз. (Инсон маркабга минганда аллақандай бир кўтаринкилик, ғурур ва манманлик пайдо бўлганини сезади. Ана шунда унга маркаб миниш имконини берган зотни эсласа ва шу оятдаги дуони ўқиса, ҳамма нарса ўрнига тушади. Имом Муслим ривоят қилган ҳадисда қуйидагилар айтилади: «Расулуллоҳ (с.а.в.) қачон сафарга чиқиб уловга минсалар, уч марта «Аллоҳ акбар», деб такбир айтар ва қуйидагиларни ўқир эдилар: «Бизга буни бўйсундирган зот покдир. Биз бунга қодир эмас эдик. Ва, албатта, биз Роббимизга қайтгувчилардирмиз». Ё Аллоҳ! Биз сендан бу сафаримизда яхшилик ва тақвони, ўзинг рози бўладиган амалларни сўраймиз. Ё Аллоҳ! Ўзинг бизга бу сафаримизни осон қилгин. Унинг узоғини яқин қилгин. Ё Аллоҳ! Сенинг ўзинг сафардаги соҳибсан. Аҳлиаёлдаги халифасан. Ё Аллоҳ! Мен сендан сафар қийинчиликларидан, турли ёмонликлардан, молу мулк ва аҳлиаёлнинг ёмонликка юз тутишидан паноҳ сўрайман».)

Bangla
আমরা অবশ্যই আমাদের পালনকর্তার দিকে ফিরে যাব।

Tamil
"மேலும், நிச்சயமாக நாம் எங்கள் இறைவனிடத்தில் திரும்பிச் செல்பவர்கள் (என்று பிரார்த்தித்துக் கூறவும் அவ்வாறு செய்தான்).




Tetamu